Roxanne

Life is a choice, to be good or better...

Fenomenologis

07 April 2014 - dalam Umum Oleh wanda-roxanne-ratu-pricillia-fpsi11

Fenomenologis memandang manusia sebagai sebuah fenomena yang berdasarkan realitas atau hal-hal yang tampak dalam hidupnya. Fenomenologis memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena. Fenomena ini bisa didapat melalui pengalaman. Pengalaman ini didapat oleh manusia berdasarkan apa yang terjadi pada individu tersebut yang berhubungan dengan lingkungannya. Dan dapat dimaknai secara  berbeda-beda antara individu satu dan yang lainnya. Jadi fenomenologis bersifat subyektif dan unik. Contohnya saja, Sam takut pada tikus, Kim takut pada cicak, Anne takut pada ulat. Dan ada orang lain yang takut pada kapas. Dalam contoh ini, setiap orang berbeda-beda tentang ‘ketakutakan’ yang sama.

Fenomenologis dibagi menajadi dua, yaitu struktural dan fungsional. Fenomenologis struktural disini bersifat deskriptif kualitatif. Dan pendekatan fenomenologis fungsional disebut hypothetic-deductive. Dalam pendekatan fenomenologis, terdapat istilah bracketing dan intensionalitas. Reduksi fenomenologi dalam pengungkapan hakikat pada suatu obyek disebut bracketing. Ini berarti dalam memandang sesuatu fenomena, asumsi-asumsi umum harus dihindari agar tidak menimbulkan bias atau penilaian lain. Sehingga fenomena dipandang apa adanya tanpa ada prasangka, stereotype, dsb. Sedangkan intensionalitas mengarahkan kesadaran pada obyek-obyek tertentu.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :